Breaking News
Loading...
BALI NASIONAL NEWS Mengucapkan "Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 69 (17-8-1945--17-8-2014), Jayalah Indonesiaku"
Sabtu, 01 September 2012

Nasehat As-Syaikh Imam Al-Ghazali


Imam Al-Ghazali-Wahai saudaraku semua di tanah air dan di seluruh dunia, kali ini saya ingin mengupdate sebuah tulisan nasehat Imam Agung Syaih Al Ghazali dari tulisan Abu Fasih, dan kiranya hal ini jauh lebih bermanfaat dari pada kita terjebak dalam konflik berkepanjangan. Yang hanya mencari pembenaran diri tanpa mengenal kebenaran sejati. Tidak ada jaminan bagi kita, bahwa dengan ibadah-ibadah dan amal  yang kita kerjakan, kita pasti akan bertempat disurga, karena semua hak prerogative Alloh Swt. Semoga kita senantiasa mendapatkan cinta Alloh, dengan  belajar dari mana sesungguhnya kita dan kemanahkah muara akhir perjalanan kita kelak ?. Mari renungkan nasehat Imam Al Ghazali ini:

1. APA YANG PALING DEKAT
Yang paling dekat dengan manusia adalah “Al-maut” kematian.

Firman Alloh: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalahdisempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surge, maka sungguh ia telah beruntung, kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah dating waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Untuk itu penulis kitab “Ihya’ Ulumudin” memberikan nasehat kepada para murid-muridnya untuk selalu mempersiapkan waktu yang telah ditetapkan oleh Alloh kepada kita. Kita harus selalu mempunyai bekal untuk menghadapi al-maut yang datangnya tidak akan kita sangka dan kita duga, akan tetapi tanda-tanda tersebut seringkali telah ada pada diri kita. Apa misalnya ?
a.Tubuh yang tadinya kuat, kekar,tegap, sekarang menjadi lemah dan renta.
b.Daya ingat kita yang tadinya mampu mengingat hal-hal yang serumit apapun, sekarang sudah menjadi mudah lupa atau bahkan menjadi pikun.
c.Rambut kita yang tadinya hitam pekat, tanpa terasa sudah menjadi putih.

Jangan samapai tatkala al-maut menjemput kita belum siap bahkan kita berkata:
“Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai batas waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh ?”

Dan sebaik-baiknya bekal adalah “ taqwa”. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

2.APA YANG PALING JAUH
Yang paling jauh bagi manusia adalah “masa lalu”

Waktu yang telah lalu tidak dapat kita kita ulang lagi sedetikpun, meski menggunakan teknologi canggih, kecuali orang Indonesia..dalam sinetron “lorong wakru”

Untuk itu Syaikh Al-Hujjah memberikan nasehat kepada murid-murid beliau untuk selalu memperhatikan waktu.
Penulis kitab “Ar-Risalah” Imam As-Syafi’I pernah berkata: “Cukuplah kiranya Alloh Swt, menurunkan setup surat saja yaitu “Al-Asyr”

Beliau menjelaskan betapa pentingnya waktu bagi umat Islam, bahkan Alloh Swt, dalam surat tersebut bersumpah dengan waktu (Wal-asyr, demi waktu). Dan Alloh menegaskan manusia itu akan sangat merugi, apabila tidak dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya, kecuali orang-orang yangmenggunakan waktunya untuk selalu beriman kepada Alloh, dan selalu memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat. Dalam Islam orang yang paling baik, adalah orang yang banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat (Khoirunnas an fa’uhum linnas), baik berupa harta, pemikiran, tenaga dan apapun demi kemaslahatan manusia.

Rosululloh Saw, bersabda: “Barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, rugilah ia”
Hadits ini memberikan motivasi kepada kita, bahwa seorang muslim yang amalnya sama dengan hari kemarin, merupakan suatu kerugian, akan tetapi harus selalu memperbaiki dan meningkatkan, agar lebih baik.

Rosululloh Saw bersabda:
a.Khoirunnas, man thola ‘umruhu wa khoiruhu ‘amaluhu..sebaik-baiknya manusia adalah yang umurnya panjangdan amalnyapun baik (khoir).
b.Wa syarrunnas, man thola ‘umruhu wasyarru ‘amaluhu..dan seburuk-buruknya manusia yang amalnya buruk(syarr).

Semoga kita mampu menggunakan sisa usia atau waktu yang Alloh berikan kepada kita untuk selalu kita isi dengan segala kebajikan, Karena kebajikan akan dapat menghapus dosa atau keburukan yang telah kita lakukan secara sengaja atau tidak sengaja, selain menyekutukan Alloh.

Firman Alloh: “Sesungguhnya perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk.
Semoga kita mampu menggunakan sisa usia atau waktu yang Allah berikan kepada kita untuk selalu kita isi dengan segala perbuatan kebajikan, karena kebajikan yang kita perbuat akan mampu menghapus dosa-dosa atau keburukan-keburukan yang telah kita lakukan baik yang kita sengaja ataupun yang tidak kita sengaja selain dari menyekutukan Allah.

Firman Allah : “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.”

3.APA YANG PALING BESAR
Yang paling besar menurut Imam Al-Ghazali adalah “hawa nafsu”

Rosululloh Saw bersabda: “La yu’minu ahadukum hatta yakuna hawahu taba’an lima ji’tubih (tidak sempurna iman seorang diantara kamu, sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan.”
Jadi indikasi kesmpurnaan iman seseorang diantara kita adalah tatkala kita selalu mendahulukan hal-hal yang telah Rosul ajarkan, baik mengenai aqidah, ibadah ataupun musmslsh.

Umar al-faruq berkata: “lautan itu ada empat. Pertama hawa nafsu adalah lautan dosa. Kedua nafsu (lautan syahwat). Ketiga lautan umur (kematian). Keempat kubur lautan penyesalan”

Disini Umar menjelaskan dengan gambling, bahwa orang  yang selalu memperturutkan hawa nafsunya sudah jelas akan masuk ke dalam lautan dosa. Kita berdoa kepada Alloh, semoga ibadah shaum yang kita lakukan mampu menjadi al-junnah perisai terhadap hawa nafsu yang  merupakan lautan dosa.

4.APA YANG PALING BERAT
Yang paling berat bagi manusia menurut tokoh sufi ini adalah “Amanah”

Alloh Swt berfirman: “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunun. Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dholim dan bodoh.

Kadang-kadang kita mudah sekali menyepelekan amanah yang telah diberikan Alloh Swt kepada kita. 
Seperti yang Alloh firmankan : “Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudar, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Alloh dan Rosul-Nya dan dari berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya, dan Alloh tidak member petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Belum lagi amanah-amanah yang lain, yang seringkali kita lalaikan, terutama amanah “Iman dan Islam” yang telah Alloh anugerahkan kepada kita. Kita berlindung kepada Alloh dari sifat orang munafik, yang apabila diberi amanah mereka mengkhianatinya dengan tanpa ada rasa penyesalan.

5.APA YANG PALING RINGAN
Yang paling ringan adalah “meninggalkan sholat”

As-Syaikh Imam Al-Ghazali, memberikan nasehat yang berharga kepada kita, bahwa yang paling ringan yang sering dilakukan oleh orang muslim adalah meninggalkan sholat. Ini seperti yang dikhawatirkan oleh Rosululloh Saw.
“Satu persatu ikatan islam akan terlepa, yang pertama kali terlepas adalah ikatan pemerintahan Islam (kekhalifahan), dan ikatan yang terakhir lepas adalah perkara sholat”.

Alloh berfirman: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya,..”
Alloh akan memasukkan ke dalam neraka-Nya, yaitu neraka Wail kepada orang yang sholat, tetapi ia lalai dalam kesempurnaannya. Kita berlindung kepada Alloh dari sifat-sifat orang munafiq, yang Alloh abadikan dalam Surat Nisa ayat 142
“dan apabila mereka berdiriuntuk shoal, mereka berdiri dengan malas., merekabermaksudnya (dengan sholat) dihadapan manusia dan tidaklah mereka menyebut Alloh kecuali sedikit sekali.”

Kitapun  berlindung kepada Alloh dari sifat yang disinyalir oleh Rosululloh Saw, dalam sabdanya:
“Man tarokash  sholatan ‘amdan faqod kafaro jiharo”..Barang siapa yang meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya ia telah kafir yang sesungguhnya.”

6.APA YANG PALING TAJAM
Yang paling tajam menurut Syaikhul Hujjah Imam Al-Ghazali adalah “Al-Lisan lidah”

Memang lidah tak bertulang, demikian peribahasa menyebutkan akan tetapi dampak dari lisan atau lidah sangatlah besar. Luka akibat sayatan pedang dapat sembuh dengan cepat, luka akibat ucapan yang menyakitkan sangatlah sulit dan lama untuk disembuhkan.

Pada zaman Rosululloh ada seorang wanita yang meninggal, kemudian Rosululloh bersabda: “Hiya ahlun naar.” Dia penghuni neraka. Para sahabat bingung dan kaget, karena selama hidupnya wanita tersebut sangat terkenal wanita yang ‘abid. Taat beribadah. Tetapi mengapa Rosululloh mengatakannya dia ahlun neraka. Setelah diselidiki, ternyata selama hidupnya, wanita yang ‘abid tersebut tidak dapat menjaga lisannya, sehingga para tetangganya sering tersakiti oleh tutur katanya.

Benarlah apa yang disabdakannya oleh Rosululloh Saw: “2 hal yang akan menjerumuskan manusia kedalam neraka, salah satunya adalah diantara 2 bibirnya, yaitu lidahnya.

Kita memohon perlindungan kepada Alloh dari segala tutur kata atau ucapan yang tidak berguna, yang dengannya ibadah shaum kita menjadi tiada bernilai di sisi Alloh. Seperti yang disabdakan Rosululloh Saw:
“Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga. (Roelly - sumber: Abu Fasih)Baca KRESNA


0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for your visit, do not forget to browse Guest Book and Leave a Coment yes, as a sign of brotherhood we, and we will also visit your Web site
 
Toggle Footer
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...