Breaking News
Loading...
BALI NASIONAL NEWS Mengucapkan "Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 69 (17-8-1945--17-8-2014), Jayalah Indonesiaku"
Senin, 07 Oktober 2013

Akil Mochtar Tersangka


BALI NASIONAL NEWS: Setelah melakukan pemerikasaan dengan intensif, Komisi Pemberantasan Komisi akhirnya secara resmi menetapkan Akil Mochtar (AM) Ketua MK sebagai tersangka. Penetapan Akil Mochtar sebagai tersangka, penerima suap terkait dua kasus sengketa pilkada yaitu pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten. Penetapan ini disampaikan KPK setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup, adanya dugaan suap.

Dalam kasus dugaan suap sengketa pilkada Gunung Mas, KPK menetapkan tersangka, masing-masing AM (Akil Mochtar) Ketua Mahkamah Konstitusi dan CHN (Chairunnisa) anggota DPR Komisi II dari Partai Golkar selaku penerima. Keduanya diduga  melanggar pasal 12 huruf C Undang-Undang Tipikor. jo pasal 55 ayat 1 ke-1 atau pasal 6 ayat 2 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," kata Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta (Jum'at, 04/10/2013).

Sedangkan HB (Habit Bintih) Bupati Gunung Mas dan CHN ( pengusaha) sebagai pemberi, melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU Tipikor.

Sementara "HB (Hambit Bintih) yang juga merupakan Bupati kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah dan CN (Cornelis Nalau) sedangkan Cornelis adalah seorang pengusaha, diduga sebagai pemberi suap, keduanya diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,

KPK juga menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka dalam kasus sengketa lain yaitu dalam kasus sengketa Pilkada Lebak Banten.

Dalam kasus ini KPK menetapkan AM (Akil Mochtar) dan STA (Susi Tuti Andaryani) selaku penerima suap keduanya diduga melanggar Pasal 12 C UU Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP atau Pasal 6 ayat 2 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain Akil dan Susi, ditetapkan juga Tubagus Chaery Wardana (TCW) yang merupakan suami dari Walikota Tangerang Selatan, Airin yang juga adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Choisyah dari Partai Golkar.

Tubagus Chaery Wardana diduga selaku pemberi suap, dan diduga melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (3/10/2013). Menurut Abraham, KPK menyimpulkan untuk meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan kasus suap pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut dari tangan tersangka, KPK mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk dollar Amerika dan Singapura, yang jika dirupiahkan senilai sekitar Rp. 3 Milyar.

Komisi Pemberantasan Korupsi juga melakukan penahanan terhadap semua tersangka. ( BALI NASIONAL NEWS ).

Sumber foto: Antaranews.com

0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for your visit, do not forget to browse Guest Book and Leave a Coment yes, as a sign of brotherhood we, and we will also visit your Web site
 
Toggle Footer
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...